Kerajinan kayu atau seni kriya merupakan salah satu karya seni rupa terapan nusantara yang proses pengerjaannya membutuhkan keterampilan khusus, mulai dari penggunaan perkakas, pemotongan kayu, pemahatan, pengampelasan, hingga pendekorasian. Hal ini lah yang membuat kerajinan kayu menjadi unik dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan beberapa jenis kerajinan lainnya.
Kreasi kerajinan kayu tidak hanya didasarkan pada aspek estetikanya saja, namun juga pada aspek fungsionalnya. Itu sebabnya pemilihan bahan baku kerajinan kayu harus dilakukan secara tepat agar hasilnya tidak hanya indah, tapi juga kuat dan tahan lama.
Karakter Kayu Sebagai Bahan Baku Kerajinan
Pada dasarnya ada dua jenis kayu yang kerap digunakan sebagai bahan baku kerajinan, yaitu kayu alami dan kayu buatan yang telah dimodifikasi.
Kayu Alami
Karakter kayu alami yang diminati sebagai bahan baku kerajianan adalah yang berserat halus dan berdaya retak rendah sehingga pengerjaannya lebih mudah. Selain itu, para pengerajin juga cenderung mencari jenis kayu yang memiliki corak dan warna serat yang khas sehingga memiliki nilai dekoratif yang tinggi.
Beberapa jenis kayu alami yang banyak digunakan dalam seni kriya adalah kayu jati, kayu mahoni, kayu sonokeling, kayu suren, hingga kayu durian.
Kayu buatan
Kayu buatan muncul seiring dengan berkembangnya teknologi pengolahan kayu. Salah satu contoh contoh kayu buatan adalah papan kayu yang terdiri dari kayu lapis (plywood) dengan lapisan papan partikel, serta campuran lainnya seperti kertas, gift, atau mika.
Walaupun tidak sekuat dan seotentik kayu alami, kayu modifikasi cukup diminati karena lebih ekonomis dalam hal pembiyaan, bisa digunakan dalam bentuk lembaran-lembaran, lebih ringan dan mudah diperlakukan, memiliki stabilitas dimensi yang baik, ketahanan retakan yang tinggi, serta memiliki efek dekoratif yang lebih luas.
Kerajinan Kayu Berdasarkan Nilai Fungsional
Ada berbagai bentuk kerajinan kayu di nusantara ini, di antaranya ada yang tetap mempertahankan ragam hias tradisional, serta ada yang sudah dimodifikasi dan dikembangkan sesuai dengan tuntutan pasar.
Secara garis besar, berdasarkan nilai fungsional atau kegunaannya, kerajinan kayu bisa dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu:
1. Kerajinan hiasan/dekorasi
Produk kerajinan ini lebih mengutamakan seni rupa dibandingkan kegunaannya secara fisik. Beberapa contoh dari kerajinan ini adalah patung-patung kayu, berbagai karya seni ukiran, hiasan dinding, cendera mata, dsb.
2. Benda Terapan Siap Pakai
Kerajinan jenis ini merupakan seni kriya yang sebenarnya. Sebagai benda yang siap pakai, kerajinan ini dibuat dengan mengutamakan kenyamanan tanpa menghilangkan unsur keindahannya. Contoh dari kerajinan ini adalah berbagai jenis furnitur kayu, rangka/pilar/kusen gebyok, senjata tradisional, dsb.
3. Benda Mainan
Jenis produk kerajinan seperti ini banyak ditemukan dalam bentuk sederhana. Bahan yang digunakan biasanya mudah didapat dan tingkat pengerjaannya pun cukup mudah. Harga jual kerajinan ini cukup murah dan terjangkau, sehingga banyak diminati dan dan memiliki pasar yang luas.
Beberapa contoh kerajinan mainan kayu yang banyak ditemui adalah miniatur kendaraan, balok-balok susun, berbagai mainan edukatif untuk balita, rumah-rumahan, hingga boneka kayu, dan papan congklak.
Saat ini kerajinan kayu dari Indonesia mendapatkan perhatian yang cukup tinggi di pasar mancanegara. Jika Anda memiliki keterampilan mengolah dan membuat kerajinan dari kayu, tidak ada salahnya untuk menjajal usaha dalam bidang ini. Yang perlu Anda lakukan adalah berinovasi dan menggali lebih banyak tentang kayu sebagai bahan kerajinan. Semoga bermanfaat.


