Kerajinan Tangan, Negara Indonesia popular salah satunya dengan berbagai jenis aneka souvenir rotan. Bukan sedikit ciptaan bahan baku rotan di negara Indonesia yang laku sekali jika kerajinan rotan ini diexport. Salah satu pengrajin ini dapat meproduksi souvenir yang sangat menarik dan spesial souvenir ini menggunakan materi dasar rotan, namun memanfaatkan materi dasar yang tidak seperti biasanya, adalah koran.
“Bisnis yang dirintis pada tahun 2011. Dahulunya untuk kesenangan semata saja tetapi lama kelamaan, membuat dengan bahan dasar koran jika buat tempat tempat buat keinginan diri sendiri, setelah eksperimen seorang diri. Lama-lama ada beberapa pengunjung rumah yang menyukai karyanya itu. Keren ya kerajinan tangan ini belum pernah saya temukan di berbagai tempat. Awal mula kejadian tersebut ada orderan melalui beberapa kenalan dan saudara hingga membuat semangat,” kata Ranny, pemilik Ranny Kreasi untuk detikFinance kira kira periode dahulu.
Kerajinan Tangan Dari Limbah Koran Bekas
Lemah laun, penawaran souvenir Ranny semakin melambung besar. Soalnya tidak bisa membayar karywan, Ranny pun berupaya berbaur mengikuti peserta PKK, dan memperoleh bantuan uang dari koperasi. Pinjaman uang itu Ranny manfaatkan untuk menyewa para pengrerajin souvenir yang akan membantu Ranny untuk bagian produksi kerajinan tangan. Hingga kini Ranny di bantu oleh tiga orang pengrajin, dan 20 pegawai produksi agar dapat bisa menggenapi pemesanan.
“Terdapat peminjaman bantuan uang oleh koperasi PKK Rp 500 ribu. Kami membeli bahan selanjutnya pembuatannya untuk buat pekerja dan akhirnya usaha tersebut di besarkan dengan mengikuti kompetisi,” katanya.
Ia mengatakan terus terang, tahun 2012 sempat mendapat kemenangan pertama UKM Award melalui Kementerian Koperasi dan UKM, dan kemenangan pertama Sapta Pesona Alam melalui Dinas Pariwisata.
“Hasilnya Ranny mulai terkenal oleh dinas dan Kementerian Perindustrian serta Dekranas. Pertamanya aku ibu pekerja rumahan. Dari dinas di bimbing menjadi wirausaha, Oleh pemerintah di kasih peluang untuk ikut pertunjukan, festival, dan menjual kerajinan tersebut di pusat perbelanjaan. Bagaikan kemarin di festival inacraft belum tutup pameran cuma kurun 4 hari kerajinan tersebut sudah ludes di beli” katanya.
Sumber: finance detik com

