Ada yang masih ingat ketika bersekolah di taman kanak-kanak? Bermain dan belajar bersama teman-teman sebaya penuh keceriaan dan kegembiraan. Ibu guru membiarkan kita mencorat-coret di selembar kertas menjadi gambar gunung serta sawah lengkap dengan warnanya yang cerah. Kita diajarkan melipat kertas warna-warni, menggunting, dan memberi lem membentuk binatang yang lucu-lucu. Ternyata selain melatih motorik halus, menumbuhkan kepekaan akan keindahan, mengendalikan emosi, menyeimbangkan fungsi otak kanan dan otak kiri, pengalaman masa kecil ini menjadi bekal dasar dari keterampilan cara membuat kerajinan tangan.
Jika dahulu hasil corat-coret dengan pensil warna atau crayon dipuji oleh ibu guru bahwa kita berbakat menggambar, bisa jadi bakat terpendam tersebut mengarahkan kita sebagai seorang desainer grafis misalnya. Pengembangan keterampilan ini diwujudkan dengan cara mendesain kartu ucapan selamat ulang tahun bergambar kue, kartu Lebaran berwarna hijau bergaris-garis dengan bentuk ketupat, atau kreasi kartu nama unik seperti sebuah kamera untuk sebuah perusahaan film.
Dari keterampilan melipat kertas warna-warni, yang dulu waktu kecil terlihat sepele ternyata ini bisa jadi keterampilan yang khusus dan serius. Di Jepang, kemampuan melipat kertas menjadi bentuk-bentuk artistik disebut origami. Seni melipat ini sudah ada sejak abad ke 17. Bahkan sebutan origami sebagai seni melipat kertas berkembang hingga saat ini ke seluruh penjuru dunia. Banyak buku menulis dan mengulas tentang beragam cara dan teknik origami. Bentuk-bentuknya pun beragam mulai dari sebuah kotak sederhana, kubus, seekor burung lengkap dengan sayapnya, sekuntum bunga mawar yang sedang mekar, seekor gajah dengan belalainya, dan bahkan bentuk rumit sebuah pohon bonsai.
Cara membuat kerajinan tangan sangat beragam. Tingkat pembuatannya dari yang mudah sampai yang butuh keterampilan khusus. Bahan yang digunakan juga banyak jenisnya. Mau menggunakan kertas, benang wol, kain, karton, plastik, semen putih, tanah liat, resin, bambu, kayu dan banyak lagi. Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan dan daya cipta kita.
Sebagai contoh cara membuat kerajian tangan dari bahan kertas adalah kreasi dengan teknik anyaman. Mungkin kita pernah mempraktikannya ketika di bangku sekolah dasar. Kertas dipotong memanjang dengan ukuran lebar tertentu. Kemudian diatur tindih menindih dan saling menyilang seperti membuat tikar. Hasil anyaman membentuk pola gambar tertentu. Bahan kertas bisa digantikan dengan potongan kulit bambu yang sudah ditipiskan. Kreativitas kita akan membuat kreasi anyaman ini unik dan menarik walaupun terbuat dari bahan yang sederhana serta mudah didapat.
Bagaimana dengan bahan kerajinan dari barang-barang bekas? Sudah banyak orang memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi alias barang bekas. Dan hasil kreasinya kadang mengagumkan dan tidak terbayang bila asalnya dari barang-barang yang sudah dibuang. Seperti misalnya hiasan lampu gantung dari kumpulan potongan bagian bawah botol minuman ringan. Di samping menjadikannya berguna, kegiatan memanfaatkan limbah yang dinilai tidak berharga ini dapat mengurangi jumlah sampah bahkan dapat menjadi peluang sumber penghasilan untuk pengrajinnya.
Halo? Masih mengingat-ingat nostalgia ketika bersekolah? Sudahi dulu. Lebih baik kita gali ingatan tentang kerajinan tangan yang pernah dipraktikan, entah di sekolah atau di kursus. Atau cari saja di internet baik dari sumber dalam negeri maupun luar negeri. Ayo kita kembangkan. Siapa tahu dari kenal cara membuat kerajinan tangan bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.


