Tumbuhan eceng gondok awalnya dianggap sebagai hama di kawasan atau daerah Rawa Pening tepatnya di Salatiga, sekarang berubah menjadi berbagai pernak pernik kerajinan yang sangat berharga. Tumbuhan Enceng gondok yang awalnya membuat taman hiburan Rawa Pening begitu dangkal dan sempit, sekarang berubah menjadi kerajinan tas, furniture, meja, kursi, perabotan rumah, hingga bis di buat hiasan dinding dan semulanya berkat sentuhan tangan masyarakat di sekitar daerah Rawa Pening yang begitu kreatif.
Enceng gondok, tangkainya begitu lembut dan sangat mudah dipotong dari Rawa Pening di Tuntang Salatiga. Setelah itu dikeringkan dan dianyam hingga menjadi tambang atau tali. Kemudian jika sudah seperti tali yang kuat itu, maka dibentuk dengan cara menganyam sehingga bisa menjadi meja, kursi, lemari, rak buku, vas, tas, hiasan dinding, perabotan dapur, ruang tamu dekorasi dan sebagainya yang memiliki nilai jual sangat tinggi.
Kerajinan Tanaman Enceng Gondok
Salah satu usaha kerajinan yang telah maju yaitu Aryani Art terletak di ruas jalan utama antara Bawen Salatiga Semarang District. Showroom dan Workshop seluruh kegiatan pengayaman seluruhnya menggunakan bahan yang terbuat dari eceng gondok, Alamat dari pengrajin tersebut tepatnya di Jalan Fatmawati Desa Lopait Tuntang Kabupaten Semarang.
Sekarang produk dari eceng gondok telah dikirim ke seluruh wilayah Nusantara, dari Sabang sampai Merauke. Target pasar atau market dari produk yang semakin meluas dan kuat disertai dengan bukti bahwa kerajinan yang terbuat dari enceng gondok dapat tahan lama, unik dan tentunya kuat.
Sumber: Tribun News

